Cure Tirus Tanpa Benang akan Jadi Tren Cure di Tahun 2022

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Remedy tirus tanpa benang merupakan salah satu alternatif untuk pasien yang menginginkan wajah lebih tirus dan V form hanya dengan suntikan.

Menurut dr. Edo Raharja, Direktur Utama Klinik Youthology, cure tirus tanpa benang merupakan  inovasi terbaru dari Klinik Youthology, yaitu kombinasi treatment Mochi Lift dan Mochi Jawline.

“Treatment method tirus tanpa benang ini akan menjadi tren treatment di tahun 2022,” kata dokter Edo dalam keterangan persnya, Sabtu (4/6/2022).

Ia mengatakan, saat ini hampir di seluruh dunia mulai mengaplikasikan therapy ini sebagai standar kecantikan wanita maupun pria.

“Maka dari itu, kami pun selalu memberikan beragam treatment method kecantikan standar Internasional,” katanya. 

Baca juga: Stan MS Glow di Formulation E Jakarta Tarik Perhatian Pengunjung, Banyak Game titles Serunya

Treatment Mochi Lift sendiri merupakan treatment yang memiliki kandungan seribu benang yang dicairkan.

Cure ini mempunyai tujuan untuk mengencangkan wajah pada location-area yang sudah kendur, menyamarkan kerutan halus, dan membantu untuk merangsang pembentukan kolagen pada kulit.

Sementara treatment method Mochi Jawline adalah sebuah treatment yang dapat membantu untuk menghancurkan lemak pada location double chin.

Treatment method ini juga sekaligus dapat memberikan efek lifting, sehingga space pada rahang akan terlihat lebih tegas.

“Pengerjaan yang singkat, minimnya rasa sakit ketika tindakan dan hasil yang langsung terlihat prompt juga menjadi sebuah keunggulan dari remedy Mochi Lift dan Mochi Jawline,” ujar dokter Edo.

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentunya harus dilakukan pengulangan remedy.

Maka dari itu, untuk pasien diharapkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu sebelum melakukan treatment method tirus tanpa benang tersebut.

“Dengan inovasi terbaru dari treatment method ini semoga semakin banyak masyarakat yang dapat memiliki wajah lebih ideal, proporsional dan tampil lebih percaya diri tentunya,” kata dokter Edo.